4 Kecamatan Diterjang Angin Kencang & Hujan Deras, 60 Rumah Hancur

4 Kecamatan Diterjang Angin Kencang & Hujan Deras, 60 Rumah Hancur

Merdeka. com kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Provinsi Jawa Barat menyebutkan dampak akibat bencana angin kencang disertai hujan deras yang terjadi Rabu (23/9) sore menyebabkan puluhan rumah rusak di daerah itu.

“Data sementara dari buatan observasi dan pemantauan terhadap peristiwa cuaca ekstrem lebih dari 60 unit rumah rusak diterjang jalan kencang, ” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami di Sukabumi.

Menurutnya, bencana angin cepat ini terjadi di empat kecamatan yakni Cikole, Cibeureum, Gunungpuyuh serta Warudoyong. Namun, untuk kerusakan vila paling banyak terjadi di Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole.

Dari hasil pendataan ada 60 rumah yang rusak akibat angin kencang yang tersebar di 10 rukun warga (RW). Mayoritas vila warga yang rusak akibat kesengsaraan ini pada bagian atapnya, akan tetapi tidak ada yang rusak berat apalagi ambruk.

Selain merusak rumah, angin kencang yang disertai hujan deras juga menimbulkan pohon tumbang di Kecamatan Cibeureum tepatnya di Cibeureum Hilir di RT 02/04, lingkungan kantor BPKD di Kecamatan Cikole, Puri Cibeureum RT 04/09 Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibereum.

Kemudian di Jalan R Syamsudin SH, kira-kira Kampus UMMI, Jalan Rumah Melempem depan RSUD R Syamsudin SH, Jalan Siliwangi, Kecamatan Cikole. Selanjutnya di Kelurahan Benteng, RT 07/04, Kecamatan Warudoyong, Jl Bhayangkara, Kecamatan Cikole.

Jalan Kenari depan kolam Rengganis, Jalan Pembangunan Selakaso Babakan depan Masjid At-Taubah dan Jalan RA Kosasih, Kecamatan Cikole. Cuaca buru yang terjadi pada Rabu ini juga menjadikan bencana tanah longsor di Wilayah Babakan Jampang, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole.

“Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini, namun diperkirakan kerugian cukup besar apalagi kasus pohon tumbang yang tidak hanya menimpa rumah, tetapi mobil pribadi dan dinas serta besar. Dampak lainnya, akibat pokok kayu tumbang arus kendaraan menjadi pampat karena melintang di tengah berkepanjangan dan merusak jaringan listrik PLN sebab dahannya terkena kabel, ” tambahnya.

Zulkarnain mengutarakan evakuasi pohon tumbang baru selesai malam dan kemungkinan jumlah gedung yang rusak kembali bertambah, karena titik kejadian bencana angin kecang ini cukup banyak dan cerai-berai di berbagai titik.

Proses penanggulangan bencana ini BPBD dibantu petugas dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Polrim TNI , Tagana dan sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi serta relawan yang lain termasuk masyarakat. [gil]