4 Polisi di Kupang Diduga Keracunan, Pemilik Usaha Bakso Kecewa Dihakimi di Medsos

Merdeka. com – Empat personel Direktorat Lalu Lintas Polda Nusa Tenggara Timur, muntah-muntah seusai mengonsumsi bakso di Kota Kupang. Polisi masih menyelidiki dugaan keracunan ini, sedangkan pemilik usaha kuliner itu kecewa karena kabar yg beredar di media sosial menghakiminya meskipun belum wujud bukti.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, empat polisi yang muntah-muntah yakni: Ipda Sisilia Trisnawati, Brigpol Hony Bait, Brigpol Angel Kana, dan Brigpol Jimmy Riwoe. Mereka sebelumnya sama-sama mengonsumsi bakso dari Bakso Kota Cak Man Kupang pada Jalan WJ Lalamentik, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, akhir pekan lalu sekitar pukul 12. 30 Wita.

Sesudah pulang ke rumah masing-masing, keempatnya muntah-muntah. Mereka langsung dibawa ke IGD RS Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kabar itu dibenarkan Brigpol Hony Bait. “Benar, saya sempat dirawat di IGD rumah sakit Bhayangkara setelah makan bakso. Saya muntah-muntah, inch ujarnya, Rabu (16/6).

Direktur Lalu Lintas Polda NTT Kombes Pol Iroth Laurens Recky juga membenarkan adanya kejadian tersebut. “Iya (anggota muntah-muntah setelah makan bakso), ” ujarnya.

Tim medis dari rumah sakit Bhayangkara dan Bid Dokkes Polda NTT pun langsung melakukan pemeriksaan food security pada Rumah Makan Bakso Kota.
Kabid Dokkes Polda NTT Kombes Pol Sudaryono yang dikonfirmasi di Mapolda NTT membenarkan kejadian ini. “Iya, beberapa hari selanjutnya dan sudah ditangani pihak kepolisian , ” tandasnya.

Sementara itu, di press sosial beredar informasi yakni setelah polisi melakukan pemeriksaan ditemukan kandungan formalin yg tinggi pada mi kuning sebesar 0, 8 miligram. Juga ada kandungan nitrit sebesar 0, 6 miligram pada daging dan saus sambal tomat. Kandungan formalin 0, 25 miligram pada daging. Selain itu kandungan formalin sebesar 0, almost eight miligram pada mi bakso goreng serta kandungan formalin 0, 6 miligram dalam tahu bakso.

Pemilik Usaha Bakso Kecewa

Sementara itu, pemilik Bakso Kota Cak Man Kupang Kristin SP menjelaskan, setelah beredarnya informasi keracunan bakso yang dialami sejumlah pelanggan, dia langsung berinisiatif mendatangi Balai POM Kupang tuk memastikan keamanan produk yg dijualnya. Namun, jangankan akibatnya, pengujian sampel pun belum dilakukan.

“Saya baru dari Balai POM dan tentunya tidak menyangkal bahwa ada kejadian pekan lalu. sebagai pelaku cara kita ikuti proses. Saat kejadian saya lagi bukan di tempat, saya lagi di Sabu Raijua, inch katanya kepada wartawan, Rabu (16/6) petang.

Menurut Kristin, Senin (15/6) setelah pulang bertugas dri Sabu Raijua, dia ke Polres Kupang Kota sebagai pemilik Bakso Kota tuk memastikan perkembangan terkait persoalan itu. Oleh penyidik, dia disuruh menunggu karena sampel produk yang dikonsumsi bahkan yang dijual di Wall socket Bakso Kota sudah diambil dan sedang diuji pada Balai POM Kupang.

“Saya disuruh tunggu nanti hasil Balai POM Kupang keluar. Saya terkadang terganggu karena berita yg tiba-tiba, jadi Rabu saya langsung ke Polres dan katanya jika sudah wujud hasil dari Balai POM maka akan dihubungi teknik kelanjutan. Bahkan tadi wujud penyidik kaget bahwa kok ada berita seperti ini, karena sampai dengan jam 2 saya di saludable belum ada hasil dari Balai POM, ” ujarnya.

Kristin mengaku kaget dengan informasi yg beredar di grup-grup Whatsapp bahwa produknya mengandung beberapa bahan berbahaya, karena setelah dia mengecek langsung ke Balai POM, pemeriksaan sampel produknya bahkan belum diterapkan.

Namun atas nama pribadi, Kristin mengaku prihatin dan meminta maaf atas kejadian yang menimpa beberapa orang pelanggannya. “Saya kaget karena informasi yg beredar bahwa produk ya mengandung formalin sekian persen, nitrit sekian persen dan lain-lain, setelah saya cek di Balai POM siapa sangka sampelnya belum diperiksa. Biarlah ini menjadi pelajaran berharga, agar ke depan kita lebih hati-hati dan lebih waspada dalam mengelola usaha apalagi di bidang kuliner, ” ungkapnya.

Kristin mengklarifikasi informasi yang beredar bahwa Bakso Kota mengandung formalin dan petunjuk berbahaya lainnya itu tidak benar. Karena hingga ketika ini hasil pemeriksaan sampel belum dikeluarkan secara resmi Balai POM Kupang.

“Informasi yang beredar bahwa bakso mengandung formalin itu tidak benar. Misalnya tahu yang saya pakai itu saya beli, bukan buat sendiri. Kecap, saus dan mi pun sama, saya beli, tidak buat sendiri. Sementara daging / pentolan kita beli daging baru mol di suceder, ” tutup Kristin.

Diperoleh informasi beberapa korban sempat diperiksa penyidik Sat Reskrim Polres Kupang Kota. Namun Kapolres Kupang Kota belum memberikan pernyataan resmi terkait persoalan terkait. [yan]