637 Ribu Orang Langgar Protokol Kesehatan tubuh Sejak Sanksi Ditetapkan di Menjelajahkan

637 Ribu Orang Langgar Protokol Kesehatan tubuh Sejak Sanksi Ditetapkan di Menjelajahkan

Merdeka. com berantakan Angka pelanggaran protokol kesehatan di Jawa Barat mencapai 637. 102 pelanggaran. Total itu merupakan akumulasi dari kategori perorangan maupun lembaga.

Hal ini berhubungan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 60 Tarikh 2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan Di dalam Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Gede dan Adaptasi Kebiasaan Baru di dalam Penanggulangan COVID-19 di Daerah Provinsi Jabar.

Kepala Dasar Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Jabar M. Ade Afriandi mengucapkan, pihaknya akan melaksanakan operasi ikatan secara masif di 10 daerah pada 28 September-3 Oktober 2020.

Kesepuluh daerah itu yakni Kota Depok, Bogor, Bekasi, Cirebon, Cimahi, Bandung, Kabupaten Bogor, Bekasi, Karawang, dan Cirebon. 90 persen pelanggaran tertib kesehatan itu dilakukan oleh perorangan.

Selain operasi penegakan, Satpol PP Jabar akan melaksanakan Operasi Perondaan Edukasi Masker di Lembur (SIPELEM) dengan mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat & menjelaskan secara komprehensif Pergub Jabar Nomor 60 Tahun 2020.

“Sejauh ini Satpol PP Kabupaten Sumedang, Kota Bogor, & Kota Depok, sangat intensif di dalam melakukan operasi. Operasi digelar tiap hari. Mereka juga sudah menerapkan sanksi berat (terhadap pelanggar), ” ucap dia melalui siaran pers yang diterima.

Hukuman administratif sendiri diterapkan secara bertahap, yakni sanksi ringan, sedang, dan berat. Sanksi ringan terdiri akan teguran lisan dan teguran tulisan. Sanksi sedang meliputi jaminan surat identitas, kerja sosial, dan pengumuman secara terbuka.

Namun sanksi berat berupa denda administratif, penghentian sementara kegiatan, penghentian pasti kegiatan, pembekuan izin usaha sampai rekomendasi pencabutan izin usaha.

“Jangan karena ada regulasi, masyarakat patuh menerapkan protokol kesehatan tubuh. Masyarakat harus sadar betapa pentingnya protokol kesehatan bagi diri sendiri, keluarga, dan rekan terdekat, dalam tengah pandemi COVID-19, ” cakap dia. [ded]