80 Persen Populasi Orang Dewasa Malaysia Telah Divaksinasi Penuh

Merdeka.com – Sebanyak 80 persen populasi orang dewasa Malaysia telah divaksinasi penuh untuk melawan Covid-19. Hal ini disampaikan Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yakob pada Selasa (21/9).

“Selamat! Malaysia telah memvaksinasi penuh 80 persen populasi orang dewasanya,” ujarnya di Twitter, dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (22/9).

Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin juga menyampaikan di Twitter Malaysia telah mencapai target 80 persen.

“Saat ini, Satgas Imunisasi Covid-19 akan bekerja untuk menelusuri 20 persen lainnya yang belum, atau menolak, untuk divaksinasi,” tulisnya.

Pelacak vaksinasi COVIDNOW menunjukkan, 79,6 persen populasi dewasa telah divaksinasi penuh berdasarkan data pada Senin pukul 11.59 waktu setempat. COVIDNOW adalah situs statisik baru Covid-19 di bawah Kementerian Kesehatan Malaysia.

Sementara itu, 57,1 persen total populasi Malaysia telah divaksinasi penuh.

Secara kumulatif, 40,6 juta dosis vaksin Covid-19 telah diberikan sejak Program Imunisasi Nasional Covid-19 diluncurkan pada Februari 2021. Salah satu tujuan program ini adalah menyuntik 80 persen populasi dewasa Malaysia.

Prioritas pertama diberikan kepada pekerja garda depan dan lansia, sebelum diperluas untuk warga berusia 18 tahun ke atas.

Pemerintah Malaysia mulai memvaksinasi remaja berusia antara 12 dan 17 tahun sejak Senin (20/9), bertujuan untuk mencakup 3,2 juta orang secara nasional.

Pemerintah mengatakan, suntikan booster juga akan diberikan kepada pekerja garda depan dan lansia ketika cakupan vaksin telah mencapai 80 persen populasi orang dewasa.

Sementara itu, dibandingkan dengan Indonesia, secara keseluruhan Indonesia telah menyuntikkan 126 juta dosis vaksin Covid-19. Sebanyak 45,9 juta warga telah divaksinasi lengkap atau 16,9 persen dari seluruh populasi.

Malaysia juga berencana membuka kembali sejumlah destinasi wisata utama di negara tersebut seperti Genting Highlands, Melaka, dan Pulau Tioman khusus untuk wisatawan domestik, demikian disampaikan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya, Nancy Shukri pada Selasa. Rencana pembukaan kembali pariwisata ini akan dimulai pada 1 Oktober mendatang.

Usulan ini akan dibawa ke rapat komite khusus Covid-19 untuk dibahas lebih lanjut. [pan]