ABG 14 Tahun Diduga Dibawa Lari Tetangga, Ibunda Melapor ke Polisi

ABG 14 Tahun Diduga Dibawa Lari Tetangga, Ibunda Melapor ke Polisi

Merdeka. com – RW terus berharap kepulangan buah hati tercinta F (14). F sudah tiga pekan menghilang dan diduga dibawa lari tetangganya berinisial W (41).

Padahal penuturan RW, hubungan keluarganya dan W terbilang cukup dekat. Dia sudah menganggap W seperti saudara. Kedekatan mereka itu pula yang membuat W mengenal anak RW, F (14).

Diakui, RW beberapa tahun lalu W pernah mencabuli anaknya hingga hamil. Namun, persoalan ini tak sampai dibawa ke meja hijau. RW merasa iba dengan W yang merupakan duda beranak anak satu.

“Waktu hamilin F, sebetulnya saya sudah lapor polisi cuma saya kasihan sama dia (pelaku). Eh sekarang dia bawa kabur anak saya lagi, ” tutur RW ketika dihubungi, Selasa (11/8).

RW tak pernah tahu apakah belakangan W dan anaknya kembali memiliki hubungan. Tetapi RW sempat curiga W kembali mendekati F. RW mengetahui hal tersebut dari teman-teman F. Saat itu, F mengaku bosan dan ingin minggat. Temannya merasa ucapanya itu hanyalah guyonan sehingga tidak ditanggapi serius.

“F ngomong sama temannya, dia katanya mau pergi. Tapi mereka pada mikir bercanda, ” ujar dia.

F terakhir meninggalkan rumah pada 29 Juli 2020. Saat itu, dia pamit hendak mencari makan bersama teman-temannya. Namun, ketika larut malam F tak kunjung pulang. Sementara teman yang saat itu pergi F telah kembali ke rumah masing-masing.

“F minta uang buat beli makan, saya kasih uang Rp 20 ribu. Dia kemudian pergi sama teman-temannya naik motor, ” ujar dia.

Semalaman, RW mencari-cari keberadaan anaknya. RW menyambangi satu persatu tempat penginapan di Cengkareng Jakarta Barat. Tapi, tak membuahkan hasil.

“Saya cari ke hotel sampai jam 3 pagi juga gak ketemu, ” ucap dia.

RW kemudian membuat laporan polisi ke Polsek Cengkareng. Namun, karena tidak ada perkembangan yang signifkan RW akhirnya membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada (4/8).

“Di Polda saya dimintakan ceritakan kronologis sama bukti laporan dari Polsek Cengkareng, ” ucap dia.

Kini, RW hanya bisa berharap kepada kepolisian segera menemukan anaknya dan menangkap W. “Kita mau pelaku dihukum paling berat, ” ucap dia berharap.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6. com [lia]