Arsitek Bengkulu AM Hanafi & Indra Tjahja Diusulkan Maka Pahlawan Nasional

Merdeka. com awut-awutan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengantarkan dokumen usulan dua nama tokoh Bengkulu yang berjasa bagi Kemerdekaan Republik Indonesia untuk dijadikan sebagai Hero Nasional yaitu AM Hanafi dan Indra Tjahja.

“Saya sudah menyerahkan langsung dokumen dan persyaratan untuk mengusulkan dua aktivis Bengkulu sebagai Pahlawan Nasional ke Menteri Sosial Bu Tri Rismaharini, ” sirih Rohidin di Bengkulu, dilansir Antara, Rabu (23/6).

Ia mengatakan usulan tersebut telah diupayakan sejak beberapa tahun lalu dengan membentuk Tim Peneliti & Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Bengkulu. Tim itu bekerja melakukan pengkajian serta penelitian terhadap tokoh Tangan yang berjasa baik kepada perjuangan kemerdekaan Indonesia maupun berjasa terhadap pendirian Daerah Bengkulu.

Sebelumnya kata Rohidin, ada 3 nama yang mencuat yaitu A. M Hanafi, Indra Tjahja dan Abdul Rifa’i namun saat ini segar lengkap dua dokumen segera A. M Hanafi & Indra Tjahja.

Diketahui, pada dekade awal kemerdekaan Indonesia, A. M Hanafi ditunjuk Presiden Soekarno menjabat sebagai Menteri Perkara Tenaga Rakyat periode 1957 hingga 1960. Kemudian di dalam 1963 hingga 1965 menjelma Duta Besar RI untuk Kuba. Lalu, A. M Hanafi yang lahir dalam Bengkulu pada 1918 bermukim di Paris, Prancis serta meninggal di negara tersebut pada 2 Maret 2004 dalam usia 85 tarikh.

Hanafi menyematkan AM di nama depannya yang merupakan kepanjangan lantaran ‘Anak Marhaen’ sebagai tujuan kekagumannya kepada Bung Karno. Tokoh selanjutnya yang diusulkan menjadi pahlawan nasional yaitu Indra Tjahja, merupakan Residen Bengkulu yang diangkat di 3 Oktober 1945. Sehari setelah pengangkatannya bendera merah putih untuk pertama kali dikibarkan di Kota Tangan yaitu pada 4 Oktober 1945.

Tanda Indra Tjahja saat itu diabadikan menjadi salah utama nama jalan protokol, tepatnya di Kecamatan Teluk Lautan, Kota Bengkulu. [eko]