Bahan Independen di Pilkada Bengkulu oleh sebab itu Tersangka Kasus Pencatutan Nama

Bahan Independen di Pilkada Bengkulu oleh sebab itu Tersangka Kasus Pencatutan Nama

Merdeka. com – Komisioner Badan Penilik Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu Halid Saifullah mengatakan, penetapan tersangka bagian bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong dari belang independen (perseorangan), Syamsul Efendi & Hendra Wahyudiansyah, oleh kepolisian setempat merupakan kasus pertama di Nusantara dalam perhelatan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Kata Halid, penetapan tersangka pasangan bakal calon yang maju melalui jalur perseorangan tersebut atas adanya laporan masyarakat mengenai dugaan pencatutan nama dukungan untuk calon perseorangan dalam Pilkada Kabupaten Rejang Lebong 2020.

“Jadi peristiwa yang di Rejang Lebong tersebut merupakan kasus yang sudah hadir tahap penyidikan dan sudah ditetapkan tersangkanya dan itu pertama pada Indonesia dalam perhelatan Pilkada 2020, ” kata dia di Bengkulu, Rabu (22/7).

Dia menjelaskan, pemeriksaan kasus yang kini naik ke tingkat penyidikan tersebut merupakan yang kedua kalinya setelah pemeriksaan dengan kasus yang sepadan sebelumnya dihentikan pada tahap ke-2.

Ia mengatakan, penelitian pertama yang dihentikan tersebut karena masih terdapat perbedaan penafsiran pemenuhan unsur pidana terkait pasal yang disangkakan yakni pasal 185 A Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati & wali kota.

Penjagaan pertama yang dihentikan itu saat tahapan verifikasi administrasi di KPU Rejang Lebong terhadap pasangan bahan calon yang maju melalui salur perseorangan.

Sedangkan pemeriksaan tahap kedua yang perkaranya zaman ini naik ke tahap penyidikan yaitu pada tahapan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan.

“Kasus ini pertama dilaporkan ke kepolisian, kemudian oleh kepolisian didorong ke Gakkumdu dan setelah perbincangan panjang akhirnya digunakan pasal 184 juncto pasal 81 dengan pendekatan pada syarat-syarat pencalonan dan ini akhirnya naik ke penyidikan, ” paparnya.

Halid mengaku pihaknya menghormati upaya hukum praperadilan yang diajukan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Memecahkan Lebong Syamsul Efendi dan Hendra Wahyudiansyah ke pengadilan negeri setempat.

Ia menilai sikap yang ditempuh bakal calon itu merupakan langkah konstitusional yang diberikan oleh undang-undang.

Sebelumnya, pasangan bakal calon Bupati serta Wakil Bupati Rejang Lebong Syamsul Efendi dan Hendra Wahyudiansyah telah mendaftarkan praperadilan terhadap penetapan tersangka atas dugaan pencatutan nama dalam syarat dukungan bakal calon perseorangan ke Pengadilan Negeri Curup.

Humas Pengadilan Negeri Curup Riswan Herafiansyah membenarkan adanya pendaftaran praperadilan yang diajukan tim penasihat hukum Syamsul Efendi dan Hendra Wahyudiansyah dan telah diregister.

Ketua Pengadilan Negeri Curup, kata dia, telah menunjuk hakim tunggal Ari Kurniawa sebagai ketua yang akan menangani perkara tersebut, dibantu panitera pengganti AK Cakap dan sidang pertama akan dijalankan pada hari Rabu 28 Juli 2020. [ded]