BPIP Minta Pihak yang Temukan Kehadiran PKI Lapor ke Polisi

Merdeka. com – Hari kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober, diharapkan dapat menjadi momentum mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan publik. Sehingga tujuan-tujuan negara yang sudah merdeka sejak 1945 ini menyentuh kesejahteraannya.

“Peringatan kesaktian Pancasila sebagai momentum bangsa itu mengaktualisasikan Pancasila dalam kebijakan jemaah agar tujuan kita merdeka menyentuh kesejahteraan, ” kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo dalam keterangan tulis, Kamis (1/10/2020).

Romo Benny menegaskan, orientasi pengambil kebijakan kudu mengutamakan Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan juga keadilan. Dirinya serupa mendorong elit politik bersikap kala dalam hal menyikapi isu-isu mengenai radikalisme, terorisme dan komunisme dengan masih berkembang. Karena bangsa kudu fokus bergotong-royong, bersatu menghadapi pandemi Covid-19.

“Ke aliran dibutuhkan bangsa ini keluar daripada masa lalu dan berani menyelenggarakan rekonsiliasi sesama anak bangsa, ” terangnya.

Larangan kepada komunisme dan leninisme, kata Benny yang tertuang dalam ketetapan MPRS jelas masih berlaku. Tetapi jika ada pihak yang mengetahui kebangkitan komunisme, maka segera melaporkan pada pihak berwajib.

“Larangan-larangan komunisme jelas berlaku dalam Tap MPRS, maka jika ada (komunis) harus diproses dalam ranah hukum, ” tegasnya.

Dia juga mengimbau semua elemen keluarga tidak memperuncing perbedaan sejarah namun fokus memperkuat ideologi Pancasila, Menjemput Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta tekad bulat menjaga Negara Kesatuan Republik Nusantara (NKRI) untuk kemajuan bangsa.

“Semua perbedaan pendapat serta persepsi anak-anak bangsa telah membenarkan. Kemudian konsensus itu sifatnya final dan tidak surut dilekang zaman, ataupun menghadapi tantangan dan usikan apapun, ” tutupnya.

Sumber: Liputan6. com
Reporter: Yopi Makdori [ded]