Bupati Bogor Minta Pengelola Hotel Waspada Ada Tamu Isolasi Mandiri Diam-diam

Merdeka.com – Bupati Bogor, Ade Yasin meminta pengelola hotel mewaspadai adanya tamu yang menginap, untuk melakukan isolasi mandiri akibat positif terpapar Covid-19.

Kata dia, setiap tamu hotel harus menunjukkan hasil negatif dari tes Swab PCR yang dilakukan tiga hari terakhir atau hasil negatif dari tes rapid antigen setidaknya dua hari sebelum kedatangan ke hotel.

“Pengelola hotel harus waspada, dikhawatirkan adanya orang yang sengaja datang ke hotel untuk isolasi mandiri karena positif Covid-19. Karena dalam PPKM Darurat, hotel boleh buka dengan menerima tamu maksimal 50 persen dari kapasitas dengan prokes ketat,” kata Ade Yasin, Sabtu (3/7).

Kata dia, tamu hotel yang patut dicurigai melakukan isolasi mandiri yakni menyewa kamar dalam durasi waktu cukup lama antara 3-7 hari. “Nah kalau ada yang lama kayak gitu, lebih baik diminta PCR dulu. Supaya semua aman,” tegas Ade.

Selama PPKM Darurat berlaku pada 3-20 Juli 2021, Ade tidak segan memberi sanksi tegas pelaku usaha yang nekat melanggar aturan yang berlaku dalam periode waktu tersebut.

“Rumah makan hanya melayani take away, mereka sudah paham semuanya. Termasuk pelanggaran prokes kita akan berikan sanksi, tadi juga kami sempat tutup satu tempat usaha karena tetap buka di tengah pemberlakuan PPKM Darurat ini. Kita langsung mengeksekusi untuk menutup tempat tersebut. Insha Allah dengan kepatuhan dan kesadaran masyarakat melalui PPKM Darurat ini pandemi Covid-19 di Kabupaten Bogor bisa ditekan,” katanya.

Lebih lanjut Ade Yasin menjelaskan, PPKM Darurat bisa sukses dilaksanakan, pengawasan dilakukan di tiga ring yakni pengawasan di kota termasuk penyekatan, kedua ring tempat kepariwisataan, ketiga penyekatan di perbatasan.

“Penyekatan kami perlakukan seperti larangan mudik lebaran kemarin, jadi ada 9 titik penyekatan supaya tidak ada kunjungan wisata yang masuk ke Kabupaten Bogor,” tutur Ade.

Sementara Kapolres Bogor, AKBP Harun menegaskan bahwa salah satu titik yang akan diawasi ketat yakni kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. “Setiap hari dilakukan penyekatan selama PPKM Darurat,” jelas Harun.

Menurutnya, penyekatan yang dilakukan di Simpang Gadog, Ciawi, Bogor itu sama seperti yang dilakukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 pada setiap akhir pekan, yakni mewajibkan pengendara mengantongi surat hasil rapid antigen ataupun hasil PCR. Harun menyebutkan, bagi mereka yang tidak bisa menunjukkan surat tersebut akan diputar balik. [ded]