Disdik Jaksel Sosialisasi 3M Dalam Pelajaran Pembelajaran

Disdik Jaksel Sosialisasi 3M Dalam Pelajaran Pembelajaran

Merdeka. com – Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Daksina sosialisasikan 3M dalam materi penelaahan oleh para guru kepada para murid selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) ataupun belajar di sendi (BDR) diberlakukan.

“Soal sosialisasi 3M jadi materi pembelajaran iya, untuk semua jenjang pendidikan, SD, SMP, SMA/SMK, selalu di setiap saat disampaikan lewat BDR, ” kata Kepala Sudin Pendidikan Daerah I Jakarta Selatan, Joko Sugiarto, saat dihubungi di Jakarta, dilansir Antara, Minggu (18/10).

Joko menyebutkan, para guru di setiap memberikan pembelajaran kepada para siswa akan memasukkan sosialisasi 3M, yaitu memakai masker yang benar, mencuci tangan pakai sabun dan melestarikan jarak fisik. Kegiatan tersebut secara rutin dilaporkan kepada kepala sekolah dan sekolah melaporkannya ke Sudin Pendidikan sebagai bahan monitoring.

“Saya sering mendapat tautan untuk memberikan sambutan atau menyebut anak-anak yang melakukan BDR, dalam sana kita selalu ingatkan perkara 3M, ” kata Joko.

Menurut Joko, meski menyelap dalam materi pembelajaran, tetapi pihaknya tidak memasukkannya dalam bobot penilaian siswa selama BDR. Yang terpenting adalah para siswa dapat mengarungi pentingnya 3M, sehingga menjadi kelaziman baru yang dipatuhi.

Untuk menguji pemahaman para anak, terkadang guru juga meminta anak membuat video durasi terkait penerapan 3M yang dibantu oleh wali siswa untuk mengawasi anak-anaknya.

“Materi 3M itu tidak bisa dinilai, dia cuci tangan kita tidak bisa melihat akan tetapi orang tua yang melihat serta menyampaikan ke gurunya, ” ujar Joko.

Joko menambahkan, dari video-video kreatif tentang 3M dari para siswa dapat dilihat apakah mereka sudah memakai kedok dengan benar, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak fisik ketika berada di luar sendi.

Selain itu, para-para guru juga menyampaikan kepada para-para siswa jika saat ini penelaahan jarak jauh atau belajar di rumah (BDR) masih diberlakukan. Situasi ini dikarenakan situasi pandemi Covid-19 yang belum memungkinkan bagi para-para siswa belajar secara tatap membuang di sekolah.

“Kita sampaikan untuk anak-anak semuanya, BDR itu adalah langkah yang langsung yang dapat kita lakukan, sebab saat ini kita tidak mampu melakukan pembelajaran secara tatap membuang, ” kata Joko.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan gerakan cuci tangan mampu masuk ke dalam modul disiplin sekolah yang dimulai sejak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Seolah-olah diketahui, mencuci tangan merupakan lupa satu dari tiga poin di dalam gerakan 3M. Pentingnya mematuhi 3M disampaikan oleh Satgas Covid-19, kalau dapat menjadi benteng pertahanan awak dari terpapar Covid-19. [eko]