Ganjar Sebut Masih Banyak Pemudik Terobos Jateng, Satu Meyakinkan Covid-19

Merdeka. com – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membuktikan sekitar 632 ribu pemudik diperkirakan saat ini sudah memasuki wilayah Jawa Sedang. Tim Jogo Tonggo diminta proaktif melakukan pengecekan.

“Ada dua catatan yang masuk, dari aplikasi Jogo Tonggo baru 6-8 persen yang melaporkan, angkanya sekitar 10. 000 pemudik. Tapi catatan Dinas Pertalian dari asumsi-asumsi angkutan yang masuk, sudah ada 632. 000 pemudik. Maka para RT RW dan lurah saya mintakan agar tersedia pengetesan-pengetesan di level memutar bawah, ” kata Membalas Pranowo, Minggu (9/5).

Dia menyebut mengiakan situasi yang terjadi era ini masih membuat para perantau nekat mudik ke Jateng. Semua yang nekat mudik dan lolos nantinya dicek oleh tim Jogo Tonggo.

Dia pun memuji bahwa barang apa yang sudah dilakukan di Banyumas merupakan tindakan dengan cukup baik. Di Banyumas, setiap pemudik yang datang wajib diisolasi lima keadaan.

“Tidak seluruh daerah melakukan, tapi aku minta ada tindakan. Tersedia yang unik, salah satu pemudik terpaksa diisolasi karena dilaporkan istrinya sendiri, ” jelasnya.

Makin, dengan kondisi Lebaran dengan tinggal menghitung hari, dia menyatakan pemudik yang menerobos masuk Jateng bakal mencapai 1 juta orang. Situasinya sama dengan pandemi Covid-19 2020 meski sudah dikerjakan penyekatan.

Namun Kepala Dinas Kesehatan Tanah air Tegal, Primawati mengaku tersedia sembilan pasien Covid-19 yang diisolasi. Salah satunya berawal dari pemudik yang diketahui telah positif Covid-19. “Satu yang positif dari hasil tes antigen pemudik. Tempat sedang kami isolasi dan lakukan tracking. Dia pemudik asal Jawa Barat, ” kata Primawati. [gil]