Gubernur Papua Copot Direktur RSUD Jayapura, Masyarakat Harap Ada Perbaikan Pelayanan

Merdeka.com – Gubernur Papua Lukas Enembe mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura (RSUD) Aloysius Giay yang dinilai terkesan lebih mementingkan proyek infrastruktur, padahal pelayanan medis tak maksimal.

Salah satu masyarakat Papua yang juga pemerhati pemerintahan daerah, Habelino Sawaki mengapresiasi langkah itu dan berharap dapat meningkatkan pelayanan publik.

“Kami mengapresiasi sikap Gubernur Papua Lukas Enembe yang mengangkat Anton Mote sebagai Direktur RSUD Jayapura, semoga beliau bisa memperbaiki kinerja direktur lama,” ucap Habelino Sawaki, Jayapura (21/08).

Habelino menyebutkan, selama ini banyak indikasi kasus maladministrasi dan indikasi korupsi yang dilakukan dalam kepemimpinan sebelumnya. Dia berharap Anton Mote dapat memperbaiki dan sebisa mungkin fokus pada pelayanan publik dan meminimalisir maladministrasi dan indikasi pelanggaran hukum lain.

“Semoga dirut RSUD dok II Jayapura yang baru, ada harapan baru buat orang asli Papua (OAP). Sebagaimana kita ketahui, banyak OAP yang dalam pelayanan kesehatan menaruh harapan pada RSUD Jayapura, sehingga pelayanan kesehatan yang baik pada RSUD ini secara langsung berimplikasi pada kualitas kesehatan OAP,” kata alumni Unhan itu.

Ia pun mengingatkan, kepemimpinan baru jangan membangun gap-gap antar tenaga medis sebab itu justru membuat pelayanan publik menjadi tidak optimal. Dirut baru harus bisa merangkul seluruh tenaga medis bahkan lebih luas dapat merangkul seluruh stakeholder kesehatan.

Ada beberapa pekerjaan rumah, salah satunya dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh Dirut sebelumnya. Ada dokter senior yang dipersulit kenaikan pangkatnya. “Semoga dirut baru bisa selesaikan masalah ini sehingga nasib orang tidak dipermainkan dengan seenaknya,” imbuhnya.

Sementara Juru Bicara Gubernur Papua, Muhammad Rifai Darus menyebut, pencopotan jabatan itu sebagai warning atau peringatan bagi kepala OPD yang tak maksimal menjalankan tugas.

Apalagi, Gubernur Lukas menyatakan kekecewaan yang mendalam lewat tangisan, menyikapi lemahnya pelayanan publik di tiga institusi yang mendapat rotasi jabatan itu.

“Pergantian (pejabat) ini sebagai warning bagi yang lain, karena sejak kembali berobat dari Singapura, beliau ikuti secara seksama kinerja semua Kepala OPD. Bahkan beliau bertanya kepada seluruh staf khusus lalu tenaga ahli yang ada.”

“Dan ini evaluasi gelombang pertama, sehingga akan ada gelombang berikutnya lagi supaya semua pejabat berbenah. Artinya Kepala OPD yang raport-nya (merah) akan dievaluasi total,” tegas Rifai, Jumat (20/8).

Untuk RSUD Jayapura, Rifai mengungkapkan, Gubernur Lukas menyoroti lemahnya pelayanan rumah sakit terhadap pasien saat beberapa kali melakukan inspeksi mendadak (sidak). Selain mencopot Dirut RSUD Jayapura, Lukas mengganti Kepala Dinas Pendidikan Christian Sohilait, dan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Yorem Wanimbo. [bal]