Kemendikbud Siap Bagikan Subsidi Kuota Internet, Cek Informasinya di Sini

Kemendikbud Siap Bagikan Subsidi Kuota Internet, Cek Informasinya di Sini

Merdeka. com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan portal ‘Kuota Belajar’. Portal ini bertujuan bertugas memudahkan tersedianya informasi bagi pengasuh, siswa, mahasiswa, dan dosen, tentang bantuan kuota data internet 2020.

Portal Kuota Membiasakan dapat diakses melalui laman https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kemendikbud, Evy Mulyani menyatakan bahwa daftar laman dan aplikasi pembelajaran yang dapat diakses menggunakan kuota membiasakan tersebut juga dimaksudkan untuk mengantisipasi kekhawatiran kuota data internet disalahgunakan.

Evy menambahkan kalau daftar tersebut juga memuat penerapan dan video conference yang sari dan secara umum banyak sekali digunakan dalam Pembelajan Jarak Jauh (PJJ) sehingga diyakini memadai buat pemenuhan kebutuhan PJJ.

Evy mengimbau guru, siswa, mahasiswa, dan dosen dapat mengakses laman tersebut untuk mendapatkan informasi bertambah lanjut tentang bantuan kuota petunjuk internet tersebut. Dalam daftar itu terdapat 19 aplikasi pembelajaran, 5 video conference, 22 website, & 401 website universitas yang betul memadai untuk memenuhi kebutuhan PJJ.

“Dijelaskan dalam laman tersebut kuota bantuan internet sebab Kemendikbud dibagi dua, ada catu umum dan kuota belajar. Catu belajar ini hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan praktik pembelajaran yang telah Kemendikbud siapkan guna mendukung pembelajaran jarak jauh, ” jelas Evy dalam masukan tertulis, Selasa (22/9).

Program bantuan kuota internet tersebut merupakan upaya pemerintah dalam melahirkan aspirasi masyarakat terkait tantangan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi, untuk memfasilitasi pembelajaran daring seluruh guru, siswa, dosen, dan mahasiswa, khususnya di masa pandemi.

“Pemerintah berkomitmen untuk meyakinkan tidak hanya sebagian tetapi segenap guru, siswa, dosen, dan mahasiswa dapat terbantu, ” tegas Evy.

“Bagi guru, anak, dosen, dan mahasiswa yang belum mendaftarkan nomor ponselnya, silakan mendaftarkan, ” sambungnya.

Kemendikbud memastikan aplikasi Dapodik dan praktik PDDikti sebagai sumber data penyambut bantuan kuota data internet tetap dibuka. Sementara itu, mekanisme penyaluran bantuan kuota data internet memasukkan juknis yang telah ditetapkan.

“Data nomor ponsel didaftarkan oleh satuan pendidikan dan verifikasi validasi dilakukan berdasarkan perguruan tinggi dan sekolah basisnya. Terkait keakuratan nomor masing-masing menjadi tanggung jawab lembaga tersebut, ” imbuh Evy.

Dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikbud tentang Petunjuk Teknis Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020 disebutkan bahwa Pemimpin Satuan Pendidikan menerbitkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), yang membuktikan bahwa mereka bertanggung jawab berasaskan kebenaran data nomor ponsel dengan terinput ke sistem data pokok pendidikan dan sistem pangkalan bahan pendidikan tinggi.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6. com [gil]