Kemendikbudristek Gandeng LPDP Garap 9 Skema Program Beasiswa Gelar dan Non-Gelar

Merdeka. com porakporanda Departemen Pendidikan, Kebudayaan, Riset, serta Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan sembilan Program Beasiswa Gelar dan Non-gelar Pendidikan Vokasi. Pendanaan program beasiswa untuk insan vokasi ini bermula dari Lembaga Pengelola Sokongan Pendidikan (LPDP) yang bertujuan untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul pada menghadapi tantangan dan perlombaan global.

Penasihat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Pabrik (Mitras DUDI), Ahmad Saufi menjelaskan, setidaknya ada 4 tantangan utama yang ingin diselesaikan Kemendikbudristek melalui kesembilan skema beasiswa tersebut. Tantangan itu meliputi akses, status, kuantitas, dan relevansi. Selain itu, transformasi dalam negeri pendidikan semakin membutuhkan SDM yang memiliki kualifikasi & kompetensi mumpuni.

“Pertama adalah tantangan jumlah, kita ketahui bahwa total guru produktif masih terbatas dan perlu ditingkatkan. Kedua, dengan adanya program itu juga membuka kesempatan bagi insan vokasi, baik itu guru maupun dosen buat meningkatkan kualitas dan kualifikasinya, ” tutur Saufi, laksana dikutip Antara.

Pendidikan vokasi sendiri semasa ini selalu dikaitkan oleh dunia usaha dan negeri industri (DUD). Oleh karenanya, Saufi menganggap relevansi menjelma tantangan yang harus diantisipasi dengan menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan DUDI. “Tantangan kita adalah menciptakan insan vokasi yang sebati dengan kebutuhan DUDI. Karena itu beasiswa ini ialah salah satu jembatan mengatasi tantangan yang ada, ” imbuhnya.

Terobosan program beasiswa khusus vokasi ini juga mampu menyalahi tantangan akses studi lanjut bagi calon guru dan calon dosen vokasi. Tantangan terkait akses ini terjadi karena selama ini belum ada skema pendanaan khusus yang memberikan peluang tumbuh bagi insan vokasi.

“Adanya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi diharapkan berkecukupan memberikan ekosistem bagi vokasi. Pendidikan vokasi tidak pernah lepas dari DUDI, jadi relevansi dengan DUDI yang belum tercapai kita pikiran melalui skema beasiswa itu. Pada tahun-tahun sebelum adanya Ditjen Diksi, pendidik atau dosen masih rasa akademik. Kami ingin menciptakan melalaikan skema ini inputnya merupakan anak-anak kita insan vokasi yang diproses sedemikian susunan agar outputnya menjadi SDM vokasi yang diharapkan, ” ucap Saufi.

Saufi kemudian membeberkan muslihat dalam menghadapi empat tantangan yang sebelumnya dijelaskan. Pertama, skema beasiswa pendidikan vokasi dapat meningkatkan akses yang tadinya insan vokasi terbatas mendapat kesempatan pendidikan dengan dibiayai. Kedua, peningkatan nilai akan terjadi karena agenda ini juga menyediakan agenda kesiapan studi, seperti melalaikan Bridging Course untuk menggembleng kemampuan bahasa asing sehingga nantinya mereka dapat diterima dan ditempa di pelajaran tinggi vokasi terpilih. Namun untuk menjawab tantangan volume adalah dengan menambah ketersediaan tenaga pengajar, guru SMK produktif dan dosen vokasi. Terakhir, terkait relevansi dilakukan dengan mengajak pihak DUDI terlibat menjadi kurator & tim seleksi beasiswa biar output lulusan program sesuai kebutuhan DUDI.

Sementara Direktur Pendidikan Agung Vokasi dan Profesi (PTVP), Beny Bandanadjaja pada jalan yang serupa mengatakan, output daripada program beasiswa pendidikan vokasi ini secara tidak langsung bersifat komplementer atau menutup program-program Diretorat Jenderal Pelajaran Vokasi yang menggunakan sumber dana APBN. Program dana siwa vokasi ini, ucap Beny, diharapkan akan mencetak pendidik yang lebih berkualitas sehingga dapat mengisi program pengukuhan vokasi lainnya.

“Dengan adanya pembiayaan sebab LPDP, kesempatan untuk memajukan program menjadi lebih penuh. Melalui beasiswa ini, agenda yang sudah ada diperkuat dengan tenaga pendidik dengan lebih berkualifikasi, ” perkataan Beny.

Mengenai Program Beasiswa Pendidikan Vokasi yang diluncurkan tersebut merupakan 1) Program Beasiswa S-1/D-4 Calon Guru SMK; 2) Beasiswa Pendidikan Bergelar Pendidik dan Calon Dosen PTPPV; 3) Bridging Course Vokasi; 4) Kampus Merdeka Vokasi; 5) Magang Dosen dan Tenaga Kependidikan PTPPV; 6) Sertifikasi Dosen dan Tenaga Kependidikan PTPPV; 7) Penelitian Keilmuan Terapan Dalam Jati – Dosen PT Vokasi; 8) Program Project Based Learning/ Praktik Kerja Lapangan Bersertifikat Bagi Siswa SMK (Dalam Negeri dan Asing Negeri); dan 9) Rencana Project Based Learning/ Magang Bersertifikat Guru SMK (Dalam Negeri dan Luar Negeri).

Informasi beserta pendaftaran Program Beasiswa Pelajaran Vokasi Gelar, yaitu Kalender Beasiswa S-1/D-4 Calon Kiai SMK dan Beasiswa Pelajaran Bergelar Dosen dan Bahan Dosen PTPPV dapat diakses melalui laman https://beasiswa.kemdikbud.go.id. Sedangkan untuk Program Beasiswa non-gelar dapat diakses calon pengikut melalui laman https://beasiswa.vokasi.kemdikbud.go.id. [rhm]