Menyekat Klaster Keluarga, Pemkab Garut Bentuk Satgas Tingkat RW

Menyekat Klaster Keluarga, Pemkab Garut Bentuk Satgas Tingkat RW

Merdeka. com – Klaster keluarga menjadi satu diantara menyumbang terbanyak pasien Covid-19. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut membentuk Satgas pencegahan dalam tingkat RW (rukun warga).

Bupati Garut, Rudy Gunawan, pasien dari klaster keluarga akhirnya meningkat.

“Klaster tim saat ini jadi perhatian benar-benar kita. Kita membentuk tim istimewa untuk menekan klaster keluarga pada tingkat RW yang akan hendak bertindak melakukan upaya preventif agar klaster keluarga bisa diminimalisasi, ” kata Rudy, Kamis (19/11).

Pembentukan satgas di tingkat RW, diakuinya untuk penguatan dalam tingkat keluarga dalam hal implementasi protokol kesehatan. Harapannya, tingkat loyalitas masyarakat terhadap instruksi pemerintah langgeng dipertahankan.

“Tingkat kesadaran masyarakat dalam pencegahan Covid-19 itu dinilai masih belum maksimal. Kudu ada pemahaman. Kalau pemahaman itu tidak ada ya susah, ” katanya.

Rudy memasukkan, pihaknya sudah menginstruksikan para camat di seluruh wilayah Kabupaten Garut agar menindak tegas semua kesibukan yang menimbulkan kerumunan orang.

“Kita melakukan tindakan yang lebih tegas lagi, terutama penegakannya. Di kecamatan-kecamatan tidak boleh ada kegiatan yang mengerumunkan orang, ” ungkapnya.

Selain tersebut, dijelaskan Rudy, pihaknya akan menerjunkan secara aktif Satuan Polisi Pamong Negeri (Satpol PP) untuk memantau kegiatan pesta pernikahan. Walau pihaknya mengakui digelarnya pesta pernikahan, dalam pelaksanaannya tidak boleh membuat kerumunan.

“Jadi nanti yang menikah harus membuat pernyataan (tidak hendak membuat kerumunan). Jadi harus ada pengaturan. Bisa memberlakukan sistem shift, jadi undangan diatur jam kedatangannya. Pokoknya dijaga, jangan ada kelompok. TNI , Polri dan Satpol PP akan terbuka. Satpol PP dulu, ” jelasnya. [lia]