Pekerjaan Kakek 8 Hari Hilang pada Hutan Bau Bau Belum Membuahkan Hasil

Pekerjaan Kakek 8 Hari Hilang pada Hutan Bau Bau Belum Membuahkan Hasil

Merdeka. com – Awak gabungan pencarian dan pertolongan ataupun Basarnas Pos SAR Bau Bau yang melakukan pencarian kakek La Damai (60) yang dilaporkan kering delapan hari di Hutan Daerah Waondo Wolio, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, belum pula membuahkan hasil.

Humas Basarnas Kendari Wahyuddin di Kendari, Sabtu (28/11) mengatakan tim SAR gabungan terbagi tiga kelompok secara metode pencarian secara paralel, namun masih nihil

“Tim SAR gabungan sudah bekerjasama dengan warga kampung, pemerintah desa & pihak keluarga dalam upaya menemukan korban namun belum ada tanda-tanda keberadaan korban, ” kata Wahyudin seperti dilansir Antara.

La Damai meninggalkan rumah sejak Sabtu (21/11) untuk mencari kayu penyangga tanaman tomat di kebunnya.

“Basarnas menerima keterangan hari Jumat (27/11) sekitar pukul 14. 40 Wita, melalui Comm Centre Basarnas Kendari dari Kapolsek Kapuntori AKP La Ajima kalau korban La Damai hilang dalam Hutan Desa Waondo Wolio, ” kata Wahydudin.

Bersandarkan laporan tersebut, pada pukul 15. 00 Wita tim rescue Pangkalan SAR Bau Bau diberangkatkan menuju lokasi kecelakaan untuk melakukan pencarian terhadap korban.

Jeda tempuh lokasi kecelakaan dari Pangkalan SAR Bau Bau sekitar 77, 8 kilometer sedangkan kondisi iklim cerah berawan.

Fakta yang dihimpun menyebutkan pada keadaan Sabtu 21 November 2020 objek pergi ke hutan di Tempat Waondo Wolio untuk mencari kayu yang akan digunakan sebagai penopang tanaman Tomat.

Sampai dengan hari Ahad (22/11), keesokan harinya korban belum juga balik sehingga keluarga korban melaporkan ke Polsek Kapuntori.

Kepolisian menindaklanjuti laporan tersebut dengan melaksanakan pencarian bersama pihak keluarga tenggat sampai hari ini Jumat (27/11) belum menemukan korban.

Adapun unsur yang terlibat pada pencarian peristiwa kemanusiaan tersebut merupakan Rescue Pos SAR Baubau, Polsek Kapuntori, anggota Mapatek Unidayan, kelompok sekitar dan keluarga korban. [bal]