Pembangunan Jakarta International Stadium Capai 60, 28 Persen

Merdeka. com – Manajer konstruksi Jakarta International Stadium (JIS) M Rizki Fauzi mengatakan realisasi pendirian stadion yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Memajukan meningkat menjadi 60, 28 persen.

Tersebut terjadi sejak rangka genting utama (main truss) seberat 3. 900 ton, dengan dirakit di bawah, lulus diangkat hingga ketinggian 60 meter secara bersamaan minggu lalu.

“Untuk proyek saat ini pengembangan kami di angka 60, 28 persen, dimana alhamdulillah, minggu lalu kami sudah berhasil melakukan pengangkatan genting secara bersamaan dari kolong menuju ke elevasi 60 meter lebih, ” perkataan Rizki saat ditemui Jarang di Jakarta, Selasa (22/6).

Dia mengatakan saat ini sedang ada peninjauan ulang (review) hasil pengangkatan rangka atap itu, seperti mengukur elevasi masing-masing koordinat rangka atap dibanding dudukannya (pier head).

Selain itu, ada juga pembongkaran struktur sandaran sementara (temporary support) pada lantai dasar yang sebelumnya sudah dipakai untuk menopang rangka atap utama (main truss) ketika diangkat sebab bawah.

“Temporary support berupa perancah (scaffolding) itu dibongkar agar nanti bisa digunakan lagi buat melanjutkan pekerjaan atap dalam lantai atas yaitu merangkai secondary truss (rangka genting penunjang)-nya, ” jelas Rizki.

Selanjutnya, fokus pekerjaan dalam pekan ini adalah pengerjaan secara simultan struktur, arsitektur, mesin serta sistem kelistrikan, perpipaan, beserta atap itu sendiri.

Menurutnya, pengerjaan wujud lainnya itu statusnya medium berjalan (on going). Serupa itu pula struktur di stadion utama (main stadium) serta pekerjaan tribun juga statusnya sedang berjalan (on going).

“Arsitektur ana juga banyak kemajuan (progress) juga, terkait pemasangan seling, marmer, dan juga dinding-dinding hebel, Mechanical, Electrical, Plumbing (MEP) juga on going saat ini, ” membuka Rizki.

Istimewa bagian rangka atap, pokok saat ini adalah meyakinkan terkait elevasi pipa (segmen) rangka atap tepat dalam atas dudukannya (pier head), sesuai dengan rencana & hasil survei yang dikerjakan, sebelum dilakukan pengelasan.

“Jadi sifatnya ini sebagai pencocokan (adjuster), mana yang lebih, mana yang kurang, akan dicocokkan menggunakan pipa segmen tersebut untuk disambungkan ke pier head kami sebagai dudukan final permanen untuk struktur pondong ini, ” jelas Rizki.

“Ketika sungguh elevasinya sudah tepat, saya langsung mengelasnya dengan dudukannya, dilakukan grouting juga, barulah dilakukan pengelasan untuk saluran adjuster-nya, ” tambahnya.

Selanjutnya, tahapan penguncian “bracket”. Tahapan itu hangat bisa dilakukan ketika elevasi sudah “fix” dan koordinatnya terkunci, di atas “pier head” dan pipa “adjuster”-nya itu sudah diplot pantas dengan hasil survei di lapangan.

“Nantinya akan dilihat berapa sih jarak antara rangka pondong yang sudah di berasaskan, dan sampai disambungkan ke “pier head” itu, kemaluan berapa panjangnya. Ini yang sedang dicari, ” terang Rizki.

Masa nanti sudah dipastikan benar, panjang batang pipa yang akan disambungkan, selanjutnya akan dilakukan pengelasan (welding) pada atas stadion. Pengelasannya selalu bukan sembarang dilas, tapi juga harus berkualitas.

“Itu pasti tersedia pengetesan juga, nanti ana cek. Apakah nanti sedang ada rembes setelah pengelasan, karena kan kalau masuk dapat berakibat korosi juga. Ketahanan dari welding-nya juga kami pastikan nantinya, ” kata Rizki.

Ia mengatakan dua minggu mendatang, seluruh pekerja JIS yang totalnya kurang lebih 1. 500 orang akan memulai pengerjaan tersebut. Jumlah pekerja saat ini dirasa sudah cukup dibandingkan asal lebaran kemarin, karena jumlahnya berangsur-angsur bertambah. Namun, menetapkan diperhatikan protokol Covid-19 nya juga mengingat DKI Jakarta sekarang mulai terjadi pengembangan kasus.

“Ini juga selalu kami menerbitkan protokol kesehatannya, desinfektan jelas setiap minggu kami lakukan, kemudian jaga jarak, tetap memakai masker, dan pada setiap pekerja masuk kami wajibkan random sampling test selalu untuk pencegahan Covid-19 nya, ” tutup Rizki. [fik]