Pemkot Mataram Ancam Tutup Kedudukan Perbelanjaan Abai Protokol Kesehatan

Langgas. com – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengancam akan menutup tengah perbelanjaan yang terbukti abai dalam penerapan protokol kesehatan tubuh Covid-19.

Besar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa mengatakan, negeri kota sudah memberikan kesempatan para pengusaha tetap beroperasi di tengah pandemi Covid-19 agar roda perekonomian lestari berputar, tapi pengusaha pula harus kooperatif dengan metode terkait protokol kesehatan.

“Jika tidak, saya akan memberikan sanksi bahana dengan menutup pusat perbelanjaan yang terbukti melanggar petunjuk dengan abai menerapkan prokes Covid-19, ” katanya bagaikan dilansir dari Antara, Rabu (5/5).

Maklumat itu dikemukakannya menanggapi kedudukan keramaian yang terjadi pada sejumlah pusat-pusat perbelanjaan di Kota Mataram menjelang Idulfitri 1442 Hijriah. Pusat-pusat perbelanjaan di Mataram seakan diserbu pembeli yang tidak hanya dari warga kota, mengecualikan juga dari luar Praja Mataram.

Terpaut dengan itu, sebagai wujud antisipasi Pemerintah Kota Mataram melalui Satgas Covid-19 sudah menyurati sembilan pusat perbelanjaan (mal dan supermarket) serta 13 toko pakaian dengan terindikasi berpotensi memunculkan kerumunan.

Swandiasa dengan juga menjabat sebagai ujung bicara Satgas Covid-19 Tanah air Mataram menyebutkan sembilan sentral perbelanjaan (mal dan supermarket) yang terindikasi berpotensi menunjukkan kerumunan, antara lain Lombok Epicentrum Mall, Mataram Mall, Transmart dan Lotte Supermarket.

Sementara 13 toko pakaian yang terindikasi berpotensi memunculkan kerumunan, antara lain Rubu, MGM, Galery Fashion, Roxi, Apollo, Lulus, Niaga, Boxi, Heron serta Airlangga Fashion.

“Untuk pengawasan akan dilakukan statis dan dinamis, ” jelasnya.

Buat pengawasan statis, sambungnya, barisan TNI /Polri akan membentuk posko pengawasan protokol kesehatan pada pusat perbelanjaan tersebut, sedangkan pengawasan dinamis dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kota Mataram.

“Satgas Covid-19 yang merupakan tim gabungan dari Satpol PP, BPBD, dinsos dan TNI/Polri akan melakukan patroli rutin implementasi protokol kesehatan, terutama untuk pemberlakukan pengunjung 50 upah dari kapasitas normal, serta penggunaan masker, ” tutupnya. [fik]