Peristiwa Kejahatan Jalanan Terus Naik, Kapolda Sumsel Terbitkan Maklumat Larangan Sajam

Peristiwa Kejahatan Jalanan Terus Naik, Kapolda Sumsel Terbitkan Maklumat Larangan Sajam

Merdeka. com semrawut Tindak pidana jalanan di wilayah hukum Ke polisi an Kawasan Sumatera Selatan semakin meningkat. Keterangan larangan penyalahgunaan senjata tajam (sajam) diterbitkan sebagai ultimatum bagi pelanggar.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengungkapkan, kasus pidana jalanan seperti kekerasan dengan pemberatan (curat), kekerasan secara kekerasan (curas) dan pencurian besar (curanmor) atau kerap disebut 3C masih menjadi momok menakutkan untuk warga Sumsel. Hal ini berdasarkan ungkap kasus pada pekan keempat bulan ini dan masih ada yang belum terungkap.

“Minggu keempat bulan ini tersedia 38 kasus yang diungkap, terbang di pekan sebelumnya sebanyak 26 kasus, ” katanya, Senin (27/7)

Kasus-kasus itu berisi daru curat sebanyak 17 kejadian, curas 8 kasus, curanmor 8 kasus, termasuk juga penganiayaan berat sebanyak 4 kasus dan pembunuhan 1 kasus. Kejahatan jalanan tak jarang menimbulkan korban jiwa maupun luka.

“Terbanyak diungkap Polda Sumsel, Polres Banyuasin, Polres Muara Enim, Polrestabes Palembang, Lahat, dan sejumlah polres lain, ” ujarnya.

Supriadi menerangkan, mayoritas kasus terjadi menggunakan sajam dan beberapa diantaranya senjata elektrik rakitan. Oleh karena itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Alat Heri menerbitkan maklumat larangan penerapan sajam yang tertuang dalam Cetakan: MAK/06/VII/2020.

Maklumat itu menegaskan kembali Undang-undang Darurat Cetakan 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan sajam. Isinya melarang membawa sajam meski untuk menjaga diri, alat pemukul, atau senjata lainnya dengan dapat menciderai dan membahayakan orang lain.

“Maklumat itu ultimatum agar tidak melakukan pemerasan, pengeroyokan, pembunuhan, begal, jambret, begal, atau premanisme. Masyarakat juga tak main hakim sendiri jika menemukan kasus tersebut, serahkan ke pemerintah setempat atau polisi untiuk diproses secara hukum, ” pungkasnya. [fik]