Petugas Tangkap Aktor Intelektual dan 2 Pelaku Pembalakan Liar di Kutai Barat

Petugas Tangkap Aktor Intelektual dan 2 Pelaku Pembalakan Liar di Kutai Barat

Merdeka. com – Rumah Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan Bagian Wilayah II Samarinda, menangkap tiga pelaku pembalakan liar di alas Kutai Barat, Kalimantan Timur. Ketiganya ditetapkan tersangka, dan dijebloskan ke penjara Polresta Samarinda sebagai tahanan titipan KLHK, dengan barang masukan lebih 500 batang kayu ulin olahan.

Ketiga simpulan adalah B (33), M (26) dan EC (54). Penyidik bertambah dulu menetapkan B dan M sebagai tersangka, Kamis (6/8). Menyusul penetapan EC sebagai tersangka urusan yang serupa hari ini.

“EC ini adalah aktor pandai pemalsuan dokumen angkut kayu. EC yang membuatnya, ” kata Besar Balai Gakkum Wilayah Kalimantan Subhan, Senin (10/8).

Subhan menerangkan, pengungkapan itu berawal lantaran informasi masyarakat, terkait pengangkutan kayu ilegal dari Kutai Barat, dengan ditindaklanjuti dengan operasi di lapangan. “Jadi, tim SPORC Brigade Enggang bergerak ke lapangan hari Minggu (3/8), sekitar jam 11-an suangi, ” ujar Subhan.

Dijelaskan, tim SPORC memeriksa perut truk yang melintas di Bulevar Poros Tenggarong-Loa Janan, kawasan Jembayan, Loa Kulu, yang masuk pada wilayah Kutai Kartanegara. “Tim menemukan dua truk mengangkut kayu gergajian jenis ulin, ” sebut Subhan.

“Dari pemeriksaan tambahan terungkap, bahwa kayu itu berawal dari Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, dengan dokumen SKSHH-KO (Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutam Kayu Olahan) atas nama PO Mencimai Bergabung yang diduga palsu, ” tambahan Subhan.

Masih disampaikan Subhan, tim menahan dan membawa dua orang ke kantor Balai Gakkum Wilayah Kalimantan di Samarinda. Penyidik menjeratnya dengan UU No 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman patokan penjara paling lama 5 tarikh, dan denda maksimal Rp satu, 5 miliar.

Barang buktinya, adalah truk Toyota Dyna warna biru dengan Nomor Polisi KT 8605 VC beserta muatan 260 keping kayu ulin gergajian, & truk Hino warna hijau bernomor polisi DC 8865 BG beserta barang 273 keping kayu ulin, serta 2 dokumen SKSHH-KO palsu.

“Saat ini penyidik Gakkum KLHK menitipkan ketiga tersangka dalam Rutan Polresta Samarinda, ” tutup Subhan. [cob]