Tanggapan FX Rudy Soal Solo Meresap Zona Hitam Covid-19

Tanggapan FX Rudy Soal Solo Meresap Zona Hitam Covid-19

Merdeka. com – Wali Kota Solo F. X Hadi Rudyatmo tidak mempermasalahkan wilayahnya masuk kategori zona hitam Covid-19. Namun selama ini penggandaan kasus positif Covid-19 di Kota Solo hanya 1 atau dua orang. Itupun juga jarang berlaku.

“Ya boleh lah dikatakan zona hitam, masyarakat tercampak lebih waspada dan hati-hati. Karena apapun yang namanya virus corona itu kita nggak bisa nglihat kok, ” katanya di Rumah Kota Solo, Senin (13/7).

“Biasanya kan cuma 1-2, kemarin langsung 18. Kalau Kepala Pelaksana Harian menyampaikan hitam ya benar. Zona hitam itu masyarakatnya biar lebih waspada kok, ” sambung Rudy.

Menurutnya, dikatakan zona hitam Covid-19 kalau jumlah pasien positif Corona sudah mencapai 60 persen dari total penduduk. Padahal jumlah kasus terkonfirmasi di Solo hingga hari ini hanya 63 orang.

Rudy menyampaikan, dengan seizin Gubernur Jawa Tengah, pihaknya telah memanggil pimpinan RSUD dr Moewardi Solo. Hal tersebut dimaksudkan untuk memperlancar komunikasi, sehingga penyampaian data terbaru tidak terlambat serta tak ada yang ditutup-tutupi.

“Kita ini gotong royong kok, kasus RSUD dr Moewardi yang ngurusi provinsi, namun di wilayah Solo. Jadi kalau Solo ini bersetuju dikatakan hitam ya benar, manusia semua pasien dirawat di Tunggal kok, ” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam sehari kemarin jumlah warga Solo yang terpapar virus corona bertambah 18 karakter. Padahal selama beberapa bulan penggandaan hanya 1 atau 2 peristiwa.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo Ahyan mengatakan Tanah air Solo saat ini tak cuma masuk kategori zona merah, namun zona hitam. Untuk itu pihaknya tetap melarang kegiatan sekolah tatap muka maupun kegiatan hajatan yang digelar di rumah warga. [fik]