Tumenggung Jember Faida Bersyukur Lolos sebab Pemakzulan

Merdeka. com – Majelis hukum Agung (MA) menolak permohonan pemakzulan atas bupati Jember, Faida. Putusan itu diputuskan dan petikannya diunggah di situs MA pada Selasa (08/12) petang, atau beberapa jam sebelum pencoblosan Pilkada Serentak pada Rabu (09/12).

Faida yang biasanya sulit dikonfirmasi raga media, langsung mengeluarkan pernyataan tertulis dan rekaman video yang disebarkan antara lain oleh Plt Besar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Jember, Gatot Triyono.

“Alhamdulilah, MA menolak permohonan DPRD Jember yang mengajukan pemakzulan Tumenggung Jember, dr Faida, ” ujar Faida dalam rekaman video dan pernyataan tertulisnya itu.

Dengan adanya putusan MA tersebut, Faida menilai dugaan korupsi dan penyimpangan dalam tata kelola pemerintahan dengan selama ini dituduhkan oleh legislatif kepadanya, menjadi terbantahkan. “Tuduhan, penyalahgunaan jabatan dan wewenang selama mengemban amanah rakyat Jember, juga tidak terbukti dan ditolak oleh MA. Terima kasih kepada Ketua MA dan Para Hakim yang sudah menegakkan kebenaran, ” ujar Faida dengan ekspresi senang dan sempurna senyum dalam rekaman video tersebut.

Sementara itu, Kepala DPRD Jember, Itqon Syauqi sedang belum berkomentar terkait kabar vonis MA itu. “Masih menunggu salinan resminya, ” ujar Itqon.

Sejauh ini, belum mampu dipastikan pertimbangan pasti dan menyuluruh yang digunakan majelis hakim di dalam memutus permohonan yang diajukan arahan DPRD Jember. Sebab, situs formal MA baru mengunggah petikan putusan, dan salinan resmi biasanya baru diunggah beberapa hari kemudian. Tetapi, juru bicara Mahhkamah Agung, Andi Samsan Nganro memberikan sedikit bocoran perihal alasan penolakan yang digunakan majelis hakim.

“Tindakan bupati yang melanggar ketentuan tata laksana sesuai rekomendasi Menteri PAN RB, Menteri Dalam Negeri, Komisi Aparatur Sipil Negara, Gubernur Jawa Timur tersebut telah ditindaklanjuti oleh bupati Jember, ” ujar Andi masa dikonfirmasi awak media melalui suruhan WhatsApp.

Dengan adanya ditindaklanjut itu, majelis hakim MA menilai, kesalahan bupati Jember telah diperbaiki. “Dengan demikian usulan pemberhentian Bupati Jember dari DPRD kabupaten Jember tidak beralasan hukum, ” ujar hakim agung Sulawesi ini.

Dalam catatan merdeka. com, bupati Faida belum pernah secara langsung menindaklanjuti rekomendasi dibanding Menteri PAN RB, Menteri Dalam Negeri, dan Komisi Aparatur Biasa Negara (KASN) tersebut. Rekomendasi yang dikeluarkan pada November 2019 tersebut, baru dilaksanakan ketika jabatan bupati dipegang oleh Plt Bupati Jember, Abdul Muqit Arief. Pada 13 November 2020, Muqit mengembalikan 367 jabatan kepada ASN di Pemkab Jember.

Faida kembali maju dalam Pilkada Jember 2020, dengan menggandeng pengusaha konstruksi, Dwi Arya Nugraha Okfavianto alias Vian. Mereka maju dari jalur perseorangan atau independen. Sedangkan pasangan bahan nomor urut 02, adalah pengusaha Hendy Siswanto yang berpasangan secara putra mantan rais am PB NU , KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau akrab disapa Gus Firjaun. Itu maju dengan didukung lima golongan yakni Partai NasDem, Gerindra , Demokrat, PKS , dan PPP. Sedangkan paslon nomor urut 03, yaitu duo pengusaha Abdsusalam dan Ifan Ariadna Wijaya yang diusung sebab PKB, PDIP dan didukung oleh Golkar, PAN, Perindo dan Berkarya. [gil]